Kasino meninggal

  • Kasino warkop meninggal karena
  • Indro warkop
  • Agama indro
  • Warkop dki english
  • Kasino (pelawak)

    Untuk kegunaan lain, lihat Kasino (disambiguasi).

    Kasino Hadiwibowo[a] (15 September &#;&#;&#;18 Desember ), lebih dikenal dengan mononimKasino atau Kasino Warkop, adalah seorang aktor dan pelawak berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan salah satu personel dari kelompok lawak Warkop.

    Lahir di Gombong, Kabupaten Kebumen, Kasino menunjukkan minat terhadap humor sejak masa sekolah. Kariernya sebagai pelawak mulai dirintis ketika masih kuliah di Universitas Indonesia. Bersama Nanu Moeljono dan Rudy Badil, Kasino menjadi pengisi acara Obrolan Malam Jumat yang disiarkan setiap pekan melalui saluran radio Prambors.

    Acara ini menjadi cikal bakal terbentuknya kelompok lawak Warkop.

    Bersama Warkop, Kasino mencapai puncak kesuksesannya dengan berperan dalam 34 film komedi dari tahun hingga Ia juga tampil dalam serial televisi Warkop DKI yang diproduksi pada tahun dan , yang menjadi penampilan profesional terakhirnya.

    Kasino meninggal dunia pada Desember akibat tumor otak.

    Kehidupan awal

    Kasino Hadiwibowo lahir di Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dari pasangan Notopramono dan Kasiyem.[1] Ia adalah keponakan laki-laki dari Hoegeng Iman Santoso yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dari tahun hingga [2] Selama masa sekolah, Kasino sering berpindah-pindah tempat tinggal karena mengikuti penempatan ayahnya yang bekerja sebagai pegawai di Perusahaan Jawatan Kereta Api (sekarang Kereta Api Indonesia).[1] Ia sempat tinggal dan bersekolah di Padalarang, Bandung Barat, sampai kelas tiga SD sebelum pindah ke SD Budi Utomo, Jakarta.

    Pendidikan SMP-nya diselesaikan di SMP Negeri 51 Jakarta. Saat memasuki masa SMA, Kasino mengikuti ayahnya yang ditugaskan di Cirebon, sehingga ia bersekolah di SMA Negeri 2 Cirebon sebelum akhirnya kembali ke Jakarta dan menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri 22 Jakarta.[1] Selama bersekolah, Kasino dikenal sebagai siswa yang sangat tertarik pada pelajaran matematika.

    Selain itu, ia juga dikenal sebagai individu yang religius, dipengaruhi oleh kedua orang tuanya yang rajin mengawasi dan membimbingnya dalam membaca Al-Qur'an.[3]

    Setelah lulus dari SMA, Kasino melanjutkan pendidikannya dengan masuk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan Ilmu Administrasi Niaga di Universitas Indonesia.

    Biodata kasino warkop meninggal dalam: Kasino Hadiwibowo (15 September – 18 December ), better known by his mononym Kasino, was an Indonesian actor and comedian. He was a member of the comedy group Warkop. Born in Gombong, Kebumen, Kasino displayed an interest in humor from his school days.

    Ia berhasil menyelesaikan studinya dan lulus sebagai sarjana pada tahun [4]

    Karier

    Karier awal

    Kasino memiliki minat terhadap humor sejak masa kecilnya, dan ia mengakui bahwa inspirasinya berasal dari kelompok lawak Trio Los Gilos yang beranggotakan Bing Slamet, Mang Cepot, dan Mang Udel.[1] Pada tahun , bersama teman sejawatnya di kampus, Nanu Moeljono, Kasino tampil membawakan lawakan di "Perkampungan Universitas Indonesia", sebuah acara perkemahan mahasiswa di Cibubur.[5] Penampilan mereka yang lucu menarik perhatian Temmy Lesanpura, seorang mahasiswa tingkat akhir UI yang pada saat itu sudah menjadi kepala di stasiun radio Prambors.

    Temmy mengundang mereka untuk mengisi acara bersama Rudy Badil yang diberi nama Obrolan Malam Jumat (Omamat). Acara ini disiarkan setiap Kamis malam dari pukul hingga WIB. Tema acara tersebut membahas kondisi politik dan sosial di dalam negeri dengan gaya santai.[4][5]

    Sebagai seorang aktivis kampus, Kasino merasa cocok dengan tema acara tersebut.

    Ia langsung mengumpulkan beragam data dan mengolahnya untuk dijadikan pembahasan setiap minggunya. Selain itu, ia sering membuat topik teka-teki dengan memadukan folklor tradisional Indonesia dan cerita humor modern. Namun, topik tersebut kemudian dianggap usang, yang memaksa Kasino untuk berpikir keras dalam menemukan strategi baru.

    Ia mencoba menggabungkan lawakan dengan musik dangdut dengan mengambil inspirasi dari pengalaman mengikuti festival dangdut di UI bersama beberapa temannya. Hasilnya, mereka mengubah lagu-lagu Barat menjadi bernuansa dangdut.[7] Teman-teman Kasino selanjutnya membentuk kelompok musik dan lawak terpisah, masing-masing dengan nama Pancaran Sinar Petromak dan Pengantar Minum Racun.[9]

    Karier bersama kelompok Warkop

    Pada tahun , Dono mulai bergabung sebagai pengisi acara, diikuti setahun setelahnya oleh Indro.[10] Seiring kedatangan Dono dan Indro, nama acara Omamat berubah menjadi Obrolan Santai di Warung Kopi Prambors (selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan "Warkop Prambors").[11] Pada saat itu, acara radio yang mereka isi sudah memiliki banyak penggemar, bahkan mereka diundang untuk tampil di luar kota.[10] Pada tahun , Kasino sempat menjadi pimpinan di sebuah klinik spesialis di Rawamangun, Jakarta Timur, yang dimiliki oleh mertuanya.

    Kasino mengelola klinik tersebut selama satu tahun setengah, sebelum memilih mundur karena waktunya lebih banyak tersita oleh kegiatan bersama Warkop.[4] Pada tahun , tidak lama setelah lulus kuliah, Kasino dihadapkan pada dua pilihan: bertahan dan melanjutkan karier sebagai pelawak atau mengikuti keinginan orang tuanya untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil.

    Akhirnya, Kasino memilih untuk melanjutkan kariernya sebagai pelawak.[4]

    Pada tahun , kelompok Warkop Prambors merilis album kompilasi lawak dan lagu mereka, yang sebenarnya merupakan rekaman dari pertunjukan lapangan di Palembang dan Pontianak.[12] Setahun kemudian, Warkop merambah layar lebar melalui film pertamanya yang berjudul Mana Tahaaan Film tersebut mendapatkan kesuksesan yang besar saat masa penayangannya di bioskop.[13] Selama periode tahun hingga , kelompok lawak Warkop Prambors yang selanjutnya berganti nama menjadi Warkop DKI,[b] telah membintangi 34 film komedi dan satu film dokudrama.

    Mereka juga telah mengeluarkan 12 album kompilasi lawak dan lagu, dua di antaranya berkolaborasi dengan kelompok Pancaran Sinar Petromak dan kelompok Srimulat.[12][14] Pada awal kariernya sebagai aktor, Kasino sering dijuluki "Seki" oleh teman-temannya di tim produksi film karena hidungnya yang dinilai pesek.

    Di belakang layar, Kasino tampil sebagai "pemimpin" dari kelompok Warkop.

    Ia bertindak sebagai juru bicara dan negosiator untuk perencanaan strategi konsep dan bisnis yang diambil oleh Warkop. Perbedaan pendapat mengenai strategi sempat membuatnya bermusuhan dengan Dono selama tiga tahun, dari sampai Meskipun begitu, keduanya tetap menjaga profesionalitas saat bekerja, dengan Indro berperan sebagai penengah di antara keduanya.[17]

    Setelah film Pencet Sana Pencet Sini dirilis pada tahun , Kasino bersama Dono dan Indro sepakat untuk tidak lagi bermain film sebagai tanda solidaritas terhadap industri perfilman Indonesia.[18] Pada saat itu, bisnis perfilman nasional sedang lesu karena banyaknya film bertema dewasa dan serbuan film-film impor dari luar negeri, terutama dari Hollywood, Bollywood, dan Hong Kong.[19] Kelompok Warkop kemudian beralih ke media televisi melalui serial Warkop DKI.

    Serial tersebut diproduksi antara tahun dan , dan menjadi penampilan profesional terakhir Kasino dalam kariernya.[21]

    Gaya

    Semasa membawakan acara di Prambors, Kasino dikenal mampu memerankan beberapa karakter yang berbeda. Karakter yang sering diperankannya antara lain adalah Mas Bei, yang digambarkan sebagai orang Jawa; Acing/Acong, yang digambarkan sebagai orang Tionghoa; Sanwani, yang digambarkan sebagai orang Betawi; dan Buyung, yang digambarkan sebagai orang Minang.[23] Saat pertama kali menjadi aktor film, Kasino memerankan karakter Sanwani dalam tiga film awal, yaitu Mana Tahaaan, Gengsi Dong, dan Gede Rasa.

    Karakter Sanwani sendiri digambarkan sebagai seorang pemuda yang sok tahu dan sedikit sombong.[25]

    Ketika produksi film Warkop diambil alih oleh Parkit Film dan kemudian oleh Soraya Intercine Films, Kasino mulai memerankan karakter "Kasino". Dalam film-film tersebut, ia digambarkan sebagai sosok idealis dengan ide-ide brilian, tetapi sering kali ide-idenya berbalik menjadi bumerang karena sikapnya yang terlalu sok tahu dan kebiasaannya meremehkan orang lain.[25] Selain itu, sesekali ia juga ditampilkan sebagai sosok pemimpin seperti dalam film Manusia Dollar dan Depan Bisa Belakang Bisa.

    Kasino juga dikenal pandai dalam menggubah dan memparodikan lirik lagu untuk memberikan sentuhan humor.

    Kebiasaan ini berawal dari hobinya menyanyi dan memparodikan lagu saat masih menjadi mahasiswa. Kasino memiliki kemampuan teknik vokal cengkok yang memungkinkannya untuk dengan mudah menyanyikan beragam lagu dalam berbagai bahasa seperti Mandarin, India, Arab, dan juga Inggris. Namun, terkait perannya sebagai Acong atau Acing, Kasino lebih sering memparodikan lagu-lagu berbahasa Inggris dengan mengganti liriknya menjadi bahasa Mandarin.

    Penyanyi Titiek Puspa sempat tertawa saat mengetahui bahwa lagunya yang berjudul "Saputangan" diplesetkan liriknya oleh Kasino dengan tambahan lirik berbahasa Inggris. Menurut Rudy Badil, Kasino sering menggunakan parodi lagu untuk menyampaikan kritik sosial secara halus kepada pemerintah Orde Baru. Pendapat ini didukung oleh beberapa musisi seperti Chrisye dan Fariz RM, yang melihat Kasino sebagai sosok yang tepat untuk mengkritik industri musik Indonesia yang mereka anggap sedang berada dalam kondisi yang kurang baik pada dekade an.

    Kehidupan pribadi

    Keluarga

    Kasino pertama kali bertemu dengan calon istrinya, Amarmini (biasa dipanggil Mieke), pada tahun di kampus UI.

    Amarmini adalah seorang wanita berdarah Bali-Jawa. Pada waktu itu, Kasino juga berani berkunjung ke rumah Amarmini dengan sepengetahuan ibunda Amarmini. Pada tahun , meskipun belum lulus kuliah, Kasino menikahi Amarmini.[4] Pernikahan mereka diresmikan oleh Hoegeng Iman Santoso, paman Kasino, sebagai wali nikahnya.[2] Pasangan tersebut dikaruniai satu orang anak perempuan yaitu Hanna.[31]

    Akhir hayat

    Kesehatan Kasino mulai menunjukkan penurunan pada bulan November Saat sedang mengisi acara di Lembang, Kasino tiba-tiba jatuh pingsan.

    Dengan bantuan rekan-rekannya, ia dilarikan ke Rumah Sakit Advent Bandung.[32] Hasil pemeriksaan rontgen oleh dokter menunjukkan bukti adanya gejala tumor di bagian otak, dan Kasino disarankan untuk menjalani kemoterapi. Anak Kasino, Hanna, mengatakan bahwa tumor yang diderita ayahnya kemungkinan berawal dari insiden kecelakaan saat bersepeda gunung beberapa tahun sebelumnya.[33] Sebagai akibat dari proses kemoterapi, Kasino terpaksa absen dari serial Warkop DKI, dan alur cerita hanya terfokus pada Dono dan Indro.

    Pada tahun , kesehatan Kasino naik turun tetapi ia tidak patah semangat. Ia mencoba tampil kembali dalam serial Warkop DKI dengan mengenakan rambut palsu untuk menutupi kebotakan akibat proses kemoterapi di kepalanya.[34]

    Pada bulan November , kondisi kesehatan Kasino kembali memburuk, sehingga ia harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr.

    Cipto Mangunkusumo. Setelah hampir satu bulan dirawat, Kasino akhirnya meninggal pada usia 47 tahun pada tanggal 18 Desember , setelah mengidap tumor otak selama satu tahun.[32] Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.[35]

    Peninggalan dan warisan

    Dedi Gumelar alias Miing, salah satu anggota kelompok lawak Bagito, mengenang Kasino sebagai sosok yang sangat berjasa dalam mengawali karier kepelawakannya.

    Dedi mengatakan bahwa Kasino-lah yang mengajarkan kepadanya seni dan trik melawak, serta sering memberikan bantuan pinjaman uang pada saat-saat sulit.[36] Aktris Nurul Arifin menganggap Kasino memiliki sosok yang menenangkan setiap kali berbicara dengannya. Musisi Franki Raden mengenang Kasino sebagai pria yang bisa memahami situasi dan kondisi.

    Pada tahun , saat Franki menikah, ia mengundang Kasino sebagai pembawa acara untuk resepsi pernikahannya. Awalnya, Franki berharap Kasino akan membawakan acara tersebut dengan gaya humor, tetapi Kasino memilih untuk menjalankan tugas tersebut dengan gaya formal setelah mengetahui bahwa paman dari Franki adalah mantan dosennya saat kuliah.[38] Pelawak Jimmy Gideon mengenang Kasino sebagai sosok yang memberikan motivasi kepadanya saat menjadi juri dalam acara lomba lawak nasional yang digelar pada tahun di Universitas Nasional.[38]

    Sosok Kasino dimunculkan kembali dalam seri film Warkop DKI Reborn yang diproduksi oleh Falcon Pictures.

    Biodata kasino warkop meninggal dunia

    Setelah hampir satu bulan dirawat, Kasino akhirnya meninggal pada usia 47 tahun pada tanggal 18 Desember , setelah mengidap tumor otak selama satu tahun. [32] Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Dalam film pertama dan kedua, Kasino diperankan oleh Vino G. Bastian. Pada awalnya, Vino sempat menolak untuk memerankan Kasino karena merasa tidak mirip dengannya.[39] Ia menyebut peran sebagai Kasino merupakan salah satu peran tersulit yang pernah dijalani, karena Kasino memiliki ciri khas yang sulit ditiru oleh siapapun, termasuk gaya bicaranya.[40] Dalam film ketiga dan keempat, Adipati Dolken tampil menggantikan Vino sebagai pemeran Kasino.

    Adipati merasakan sisi positif memerankan karakter Kasino, dengan dirinya yang sering dianggap kaku bisa berubah menjadi lebih ceria.[41] Sama seperti Vino, Adipati juga merasakan bahwa peran Kasino adalah salah satu peran yang paling sulit yang pernah ia jalani.[42]

    Pada tahun , publik sempat dihebohkan dengan kemunculan kelompok lawak bernama Warkopi yang dianggap meniru Warkop DKI.

    Salah satu anggotanya adalah Alfred Dimas Kusnandi yang dianggap memiliki kemiripan dengan Kasino.[43] Kelompok tersebut kemudian bubar setelah mendapatkan somasi dari Lembaga Warkop DKI sebagai pemegang hak komersial kelompok lawak Warkop.[44]

    Diskografi

    Filmografi

    Film

    Artikel utama: Daftar film Warkop

    Serial televisi

    Catatan kaki

    1. ^bahasa Jawa: ꦏꦱꦶꦤꦲꦣꦶꦮꦶꦧꦮ[kas̻inɔhad̪̥i̤wib̥ɔ̤wɔ]
    2. ^Pada tahun , Warkop memutuskan untuk meninggalkan nama "Prambors" karena adanya kewajiban membayar royalti kepada pihak radio Prambors jika mereka menggunakannya.

      Mereka kemudian memilih nama "DKI", yang merupakan kependekan dari Dono, Kasino, dan Indro, serta dapat merujuk kepada Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai tempat asal kelompok Warkop.[10]

    Referensi

    Situs web dan publikasi sejenis

    1. ^ abcdHanggoro, Hendaru Tri (29 Juli ).

      "Kasino Sebelum Gabung Warkop". . Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Januari Diakses tanggal 27 Juni &#;

    2. ^ abQasanah, Siti Nur (27 Oktober ). "Orang Nomor 1 Polri, Jenderal Hoegeng Pernah Hadiri Pernikahan Kasino Warkop DKI, Hubungan Keduanya Semasa Hidup Diungkap Sosok Ini".

      .

      Biodata kasino warkop meninggal Setelah hampir satu bulan dirawat, Kasino akhirnya meninggal pada usia 47 tahun pada tanggal 18 Desember , setelah mengidap tumor otak selama satu tahun. [32] Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

      Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Juni Diakses tanggal 17 Juni &#;

    3. ^Muhammad, Erik (26 Oktober ). "Profil Kasino Warkop, Lucu dan Pintar Matematika". Harapan Rakyat. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 November Diakses tanggal 17 Juni &#;
    4. ^ abcdeHanggoro, Hendaru Tri (1 Agustus ).

      Biodata indro warkop Setelah Dono juga meninggal pada tahun , Indro menjadi satu-satunya personel Warkop. Sedangkan Nanu sudah meninggal tahun karena sakit liver dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta.

      "Rahasia Masa Mahasiswa Kasino". . Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Mei Diakses tanggal 17 Juni &#;

    5. ^ abJohnny TG (28 Juli ). "Warkop: "Take One" dan Bendera ". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Maret Diakses tanggal 17 Juni &#;
    6. ^Nadhifah, Mutimamtun (17 November ).

      "Dangdut, Mahasiswa, dan Perlawanan". Detik News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Juni Diakses tanggal 18 Juni &#;

    7. ^"Jangkrik Boss, PMR Merasa Berhutang ke Kasino Warkop". . 30 September Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Juni Diakses tanggal 18 Juni &#;
    8. ^ abcSaptoyo, Rosy Dewi Aryanti; Nugroho, Rizal Setyo (22 September ).

      "Sejarah terbentuknya Warkop DKI". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 September Diakses tanggal 16 Juni &#;

    9. ^Yasa, Agne (13 Juli ). "Ungkapan Indro Lepas Kepergian Pendiri Warkop Rudy Badil". Bisnis Indonesia.

      Biodata kasino warkop meninggal kapan Kasino Hadiwibowo (15 September – 18 December ), better known by his mononym Kasino, was an Indonesian actor and comedian. He was a member of the comedy group Warkop. Born in Gombong, Kebumen, Kasino displayed an interest in humor from his school days.

      Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 November Diakses tanggal 17 Juni &#;

    10. ^ abc"12 Daftar Album Komplit Lawakan Warkop Prambors / Warkop DKI ". Lembaga Warkop DKI. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Maret Diakses tanggal 2 Maret &#;
    11. ^Hasist, Mohamad (2 September ).

      "Mana Tahan, film pertama Warkop DKI bikin mengocok perut". . Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September Diakses tanggal 29 Mei &#;

    12. ^Kahirani, Meuthia (23 September ). "9 Fakta Menarik Warkop DKI, Grup Lawak Legendaris yang Genap 50 Tahun Sukses Menghibur Masyarakat Indonesia". Beautynesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Mei Diakses tanggal 29 Mei &#;
    13. ^Al Farisi, Baharudin; Pangerang, Andi Muttya Keteng (1 Desember ).

      "Akar Masalah Kasino dan Dono Pernah Tidak Saling Bicara 3 Tahun". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Desember Diakses tanggal 31 Mei &#;

    14. ^Riandi, Ady Prawira; Aditia, Andika (29 November ). "Alasan Warkop DKI Akhirnya Terjun ke Sinetron". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Juni Diakses tanggal 31 Mei &#;
    15. ^Benke, Benny; Suryapati, Akhlis (28 Oktober ).

    16. Biodata kasino warkop meninggal dalam
    17. Biodata kasino warkop meninggal di
    18. Biodata kasino warkop meninggal yang
    19. "Martabat Film, Pujian untuk Rezim". Suara Merdeka. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Oktober Diakses tanggal 31 Mei &#;

    20. ^ ab"6 Fakta Menarik Warkop DKI, Grup Lawak Legendaris Tanah Air". MetroTV. 26 Maret Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Juni Diakses tanggal 31 Mei &#;
    21. ^Putra, M.

      Andika (8 September ). "Warkop DKI Menebar Tawa dari Radio ke Televisi". CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Juli Diakses tanggal 17 Juni &#;

    22. ^ abPuspita Sari, Rintan (29 November ). "Bongkar Karakter Lugu Dono di Film Warkop DKI, Indro Warkop: Dia Sendiri yang Menciptakan".

      Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Juni Diakses tanggal 3 Juni &#;

    23. ^Jauza, Salma (5 Januari ). "Potret Hanna Sukmaningsih, Putri Semata Wayang Kasino Warkop DKI yang Jarang Banget Tersorot". Liputan 6. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Januari Diakses tanggal 17 Juni &#;
    24. ^ abArifin, Wahyu (18 Desember ).

      "Mengenang 24 Tahun Wafatnya Kasino, Pelawak Intelek dan Jago Nyeletuk". Bisnis Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Januari Diakses tanggal 4 Maret &#;

    25. ^Prawira, Aditya Eka (17 September ). "Sakit yang Diderita Dono dan Kasino Sebelum Berpulang". Liputan 6. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Januari Diakses tanggal 1 Januari &#;
    26. ^Merdekawan, Guntur (11 Januari ).

      "Demi Merawat Kasino, Sang Istri Rela Korbankan Kuliah". . Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Januari Diakses tanggal 27 Juni &#;

    27. ^Rosadi, Dian (22 November ). "Foto: Begini Kondisi Makam Kasino Warkop DKI Setelah 24 Tahun Meninggal Dunia". . Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 November Diakses tanggal 27 Juni &#;
    28. ^Ramadani, Adysha Citra (2 November ).

      "Miing Berkaca-Kaca Kenang Rp 10 Ribu Pemberian Kasino Warkop". Republika. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Juni Diakses tanggal 17 Juni &#;

    29. ^ abAziz, Nasru Alam (20 Desember ). "Warkop Jangan Sampai Bubar". Jakarta, Indonesia: Kompas.

      hlm.&#;1.&#;

    30. ^Ardiyanti, Fitrah (11 Juni ). "Ternyata Vino G Bastian Sempat Tolak Perankan Kasino, Kenapa?". Kapanlagi Youniverse. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Agustus Diakses tanggal 17 Juni &#;
    31. ^Ridho, Suhandi (31 Juli ). "Curhat Vino Bastian yang Perankan Sosok Kasino di 'Warkop Reborn'".

      Detik News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari Diakses tanggal 17 Juni &#;

    32. ^"Perankan Kasino, Adipati Dolken Jadi Pribadi yang Lebih Ceria". Kumparan. 3 September Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Juni Diakses tanggal 17 Juni &#;
    33. ^Hasjanah, Kurniawati (16 Maret ).

      "Adipati Dolken Jadi Kasino di Film Warkop DKI Reborn Terbaru, Penonton Sampai Ngakak". Tribun News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Agustus Diakses tanggal 17 Juni &#;

    34. ^Monica, Theresia Devi (21 September ). "Anggota Warkopi Mirip Kasino Warkop DKI, Ternyata Baru Lulus SMK". Tribun News.

      Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 September Diakses tanggal 17 Juni &#;

    35. ^Ayuningtyas, Novita (13 Oktober ). "Trio Warkopi Resmi Bubar dan Ganti Nama, Ini 4 Faktanya". Liputan 6. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Mei Diakses tanggal 1 Juni &#;

    Daftar pustaka

    Pranala luar